Sabtu, 22 Juni 2019

Coretan

Harapan keyakinan kenyataan
dalam hidup kita di bumi harus selalu ada harapan untuk kehidupan yang lebih layak tanpa harapan kita menjadi lesu dan putus asa harapan kita akan diraih dengan keyakinan yang kuat yang ditopang dengan usaha-usaha yang menuju kepada kenyataan sehingga kenyataan yang kita harapkan dapat kita nikmati karena itu khayalan dan impian kita jangan hanya dalam lamunan tapi perlu ada usaha keyakinan terhadap harapan

Kamis, 18 April 2019

BERUSAHA YANG HALAL - CERAMAH JUMAT 18042019

BERUSAHA YANG HALAL
ayat anjuran untuk berusaha
قال الله تعالى: ﴿ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ [الجمعة: 10]، وقال تعالى: ﴿ هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ [الملك: 15].
alquran mengisahkan tentang profesi para nabi dan pendahulu
-          Nabi Nuh  AS prefesinya pertukangan yang mampu membuat kapal besar ﴿
 وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ [هود: 38].
-          Nabi  Daud AS profesinya Pandai besi yang mampu melunakkan besi
﴿ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ * أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ [سبأ : 10 - 11].
-          Nabi Muhammad SAW profesinya mengembala kambning dan berdagang
-          Sahabat Sasulullah SAW juga memiliki usaha yg bermacam – macam
Hadis nabi temntang berusaha
 -ما أَكَل أحدٌ طعامًا قطُّ خيرًا مِن أن يأكُل مِن عَمَلِ يَدِه - رواه البخاري
 -و قال أيضًا صلى الله عليه وسلم: لأنْ يحتَطِبَ أحدُكم على ظهره، خيرٌ مِن أن يَسأل أحدًا فيُعطيه أو يمنعه))؛ رواه البخاري.
- اليد العليا خير من اليد السفلى - متفق عليه.
-           Untuk apa kita berusaha agar supaya kita menjaga kehormatan harga diri kita dan merasa cukup dan tdk meminta minta atau berada dalam kuasa orang lain
Cerita tentang keadaan 
       sekarang banyak sekali pengangguran, karena gengsi, malu malas dan takut dalam berusaha, sehingga maraklah suap menyuap dalam masyarakat alias bergantung kpd orang lain, mengemis berharap pada orang lain.
-           Karena itu kita harus bersemnagat terus dalam berusaha sebagaimana rasulullah bersabda احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ hadis riwayat muslim.
Berusaha dan memberi makan keluarga adalah jalan fi sabilillah
إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ،
وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيْرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ،
 وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يُعِفُّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللهِ،
وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى رِيَاءً وَمُفَاخَرَةً فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ
Oleh karena itu marilah kita semua untuk mencari rejeki yang hala agar supaya kita selamat dunia akhirat, karena makanan haram itu mencelakakn kita dunia akhirat

 ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا * وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا [النساء: 29، 30].

Sabtu, 20 Oktober 2018

NEGERI PADOMPE - PERANG -

NEGERI PADOMPE - NAFSU -

NEGERI PADOMPE - KEDATANGAN -

KEDATANGAN

          Negeri PADOMPE begitu makmur. sehingga tidak butuh lama agar peradabannya berkembang pesat. seluruh penjuru mata angin berdatangan untuk mencari percikan berkah negeri KARAENG. ada yang datang dari negeri tetangga yang berasal jauh dari hutan, ada juga negeri-negeri sahabat yang sejak dulu saling transaksi ekonomi. bahkan ada negeri yang menyebrang sungai dan laut agar melihat, belajar dan bernegoisasi dengan sang KARAENG. semuanya di terima dengan baik dan kadang ada juga permintaan yang ditolak jika permintaan itu tidak sesuai dengan aturan KARAENG dan ajaran ANREGURU. 
         Begitulah manisan kebudayaan NEGERI PADOMPE menarik perhatian seluruh NEGERI. sehingga pada suatu saat tibalah suatu bangsa kulit putih yang asing datang dengan kapal yang serba gelap dan kusam, seolah-olah bukan jenis dari manusia negeri-negeri yang dikenal oleh sang KARAENG. teryata mereka berasal jauh dari laut samudra dan bahkan ada yang bilang mereka datang dari NERAKA. 
           Awalnya mereka bergaul dengan baik. satu dua permintaan diterima tapi terkadang ada juga yang di tolak. muncullah benih-benih kelicikan yang mana bangsa ini sudah dari awal berniat ingin menguasai setiap negeri yang berperadaban.
          usaha demi usaha mereka lakukan tapi mereka tetap gagal. itu karena kuatnya pengaruh sang KARAENG dan ANREGURU dalam memperkuat hubungan antar sesama baik itu dalam negeri ataupun luar negeri. sehingga cara yang paling licik agar mereka mencapai cita-cita busuknya ialah jurus ADU DOMBA.
         dimulai dari penghasutan, penghianatan hingga pada taraf pemberontaka yang silih berdatang dalam negeri maupun luar negeri. jadilah negeri PADOMPE mulai berombak arus kesejahteraanya.
         tapi begitulah memang siklus sebuah peradaban yang mana mulai pada titik awal, puncak dan menuju pada kehancuran. dan adanya manusia dengki dan tamaklah yang membuat peraban mendaji hancur.

BACO SULAWESI - NEGERI PADOMPE -

NEGERI PADOMPE

          Alam yang serba gelap seakan dunia berada pada waktu sore menjelang magrib, rumah-rumah yang beratap daun rumbia berdinding gamacca berdiri panggung disepanjang jalanan yang berdebu, hilir mudik kereta kuda dengan nyaring tiktaknya membersamai para penumpang yang ikut, ada juga penunggang kuda para padompe turut meramaikan jalanan berdebu. baco-baco dengan sehelai celana yang mirip CD berkeliaran dengan ikat kepala ketapel dikampung-kampung. becce-becce yang taat membersamai ibunya menjemur hasil bumi dari kebun. ibu-ibu di negeri ini hanya memakai kain yang sangat sedikit, bahkan ada yang memakai kain dari anyaman daun rumbia. 
          Istana Padompe di pusat negeri sibuk mengurus rakyat. aktifitas Karaeng dimulai dari bangun pagi sampai tidur hanya berfikir diatas kursi rotan yang megah pada saat itu. disaat ada ide untuk rakyatnya langsung memanggil mentri-mentrinya dan memerintahkan. para mentri langsung saja ke jajaranya dan memerintahkan bawahanya. para pangeran sibuk berlatih dan mengaji. putri kerajaan bersama ratu membaca, menulis dan belajar mengajar di taman-taman istana. dimana-mana ada prajurit pria dan wanita yang siap setiap waktu untul keluarga istana.
         kehidupan di negeri ini sungguh sederhana, keamanan terjamin, jual beli aman dari kecurangan karena bagi yang kedapatan curang dalam jual beli maka langsung saja dipotong tangannya oleh pihak kadi, urusan masyarakat selalu mendapat bantuan tanpa diminta raja, misalkan pengairan sawah, tanpa diminta raja sudah memerintahkan agar dibuatkan pengairan untuk rakyat. yang jelas Karaeng sudah ada sebelum ada permintaan. itulah negeri padompe.
          dibalik kesederhanaan itu ada sisi yang memprihatinkan. dimulai dari sisi ekonomi yang sulit berputar, akses kenegeri tetangga sangat sulit, kebodohan menjamur karena sedikitnya para ANREGURU. tetapi karena KARAENG yang selalu didampingi ANREGURU maka keprihatinan itu hari demi hari, sedikit demi sedikit mencapai raihan yang luar biasa untukl rakyat.
         setelah beberapa tahun sang karaeng memeluk agama ANREGURU maka NEGERI PADOMPE perlahan tapi pasti mencapai puncaknya. militer yang tangguh di darat, di hutan dan di air. ekonomi yang berputar kencang karena sang raja memusatkan perhatian dalam hal pendapatan negara dan rakyat. pelabuhan dibuka siapa saja, pasar diberi kemanan, para pemuda diberi dana modal usaha tanpa bunga, pajak dihapus dan diubah menjadi zakat. segala sektor ekonomi diberi bantuan khusus oleh kareang. sedangkan pendidikan KARAENG memberikan ANREGURU kepercayaan agar masyarakat bermartabat dan berperadaban. ANREGURU sangat bersemangat mengurusi bidang ini. sehingga dibentukalah jenjang-jenjang pendidkan masyarakat. untuk anak-anak dibekali ilmu agama dan dunia di masjid-masjid setiap sebelum dan sesudah sholat setiap hari. untuk yang dewasa juga diberi pendidikan. tapi lebih spesifik. bagi petani di beri pendidikan di balla galung sekali seminggu. pedagang di balla dangkang juga sekali seminggu. begitu juga semua profesi dalam masyarakat diberi pendidikan secara menyeluruh. para ibu rumah tangga sekali seminggu juga diberi pendidikan agama dan dunia. sehingga negeri padompe dikenal negeri masa depan.


Jumat, 13 April 2018

flashback darul ishlah


Kelaparan Di Musim Bubur
Setoran hafalan berakhir bertepatan dengan cahaya menembus-nembus ruangan masjid yang dindingnya dari gamacca. Ku langkahkan kaki yang lunglai entah karena apa, mungkin karena kelamaan sholat lail ataukah keram kerana duduk lama demi kejar setoran. Tapi saya yakin pagi ini kayaknya kaki ini lunglai sebab ada penghuni isi perut ini sedang memohon atau bisa disebut mendemo bahkan anarkis untuk sebuah ketahanan pangan.
Satu langkah dua langkah kulangkahkan kaki ini dengan dorongan aspirasi perut yang suaranya lantang menggugat untuk sesuap nasi di pagi ini. Di depan pintu masjid sebelah Utara, kuarahkan pandangan lurus kedepan ku dapati pagar yang menghalangi pandangan, berharap disana ada rejeki pandangan pertama, ternyata oh ternyata dua menit mata ini mejelajah, kali ini rejeki itu belum juga muncul.
Empat puluh lima derajat ku arahkan pandanganku dari arah lurus kedepan pintu utara masjid mengarah ke atas rumah pimpinan, berharap di panggil entah harapan itu apa? Tapi yang jelas 75% harapan itu hanya mengabulkan unjuk rasa perut yang kian memaksa. Teryata diatas sana panutan kami Anregurutta sedang membaca atau mengaji atau bisa saja disana ada hurun tin sedang mangngolo. Lagi lagi tak ada secangkir teh atau sesuap nasi di langkah pertama keluar dari masjid ini.
Tapi bukan namanya pemimpin kalau tidak mengabulkan tuntutan dan tanggung jawab terhadap desakan-desakan yang sudah klimaks. Bermodalkan data deduktif atau teori islam bahwa jangan tidur kalau pagi tapi carilah karunia ilahi insyallah menjadi motivasi untuk bersegera mencari sebab-sebab karunia itu datang.
Dari langkah pertama dan kedua ku lewati masjid dan rumah panggung Anregurutta, ku lihat disisi sebelah rumah itu ada banyak kayu yang siap di dikotomi menjadi dua onggokan yang simetris beserta banci-banci yang menancap diatasnya.
Terus melangkah dan kini di depan usrah satu yang didalamnya di huni oleh salah satu suku di kampus. wkwkkw Entah didalam asrama itu ada apa? Coba-coba masuk berharap ada pembagian sembako atau menciduk kue di balik lemari hahah. Eh ternyata lagi rame-rame sarapan bubur. "Hem bisa minta sedikit? Sedikitmo kasiaaan...? Assala ada isi perutku ini e..?" Ini e ambimi sisaku, cuci nanti itu rantang nah?" "Alhamdulillaaah... terima kasi nah? Klu soal cuci beres mi itu yg penting ada".
Biarlah sisa asalkan memberikan manfaat dan tenaga. Toh itu rejeki jangan ditolak. Hari ini sedikit, kita diajarkan bersyukur dan bersabar agar kelak kita mampu bertahan digelimangan harta dan dunia seisinya.
Kuteruskan langkah ke kamar sebelahnya. Kudapati jejeran lemari yang besar-besar dan kenapa masih ada kelambu yang tergantung, sepertinya ada yang lagi menggambar peta diatas bantal. Dan memang betul. Mungkin lebih memilih tidur itu sunnah bagi yang puasa. Tapi kamar ini sepi kemana yang lain di?.
Seperti satpol PP yang mengejar PKL di setiap sudut kota, habis semua kamar dijejaki. Dan ada banyak data induktif yang bisa disimpulkan. Desetiap kamar ada kebanyakan rantang2 yg belum dicuci, kelambu yg sepertinya ada serigala yang mengoyak-ngoyak tadi subuh, talinya ada yg putus dan masih ada yang terpasang di paku, ada yang menulis alquran persiapan tafsir ba'da duhur, ada juga yang berkhutbah sendiri layaknya didepan orang banyak, tapi anehnya hampir disetiap kamar ada tahfidz I yang mondar mandir layaknya kuli atau buruh yang diperintah sama mandor-mandor.
Hubungan antara perutku lapar, inflasi ekonomi santri, tahfidz I sana-sini, kurangnya penghuni kamar memberikan kesimpulan kalau ada keramaian di belakan asrama. Cek ricek ternyata disini dibelakan asrama ada pusat bubur ala santri, dan bubur mereka bermacam-macam. Ada bubur manado, bubur mie ubi, bubur gula merah, bubur kacang, bubur santan dan yang paling rendah bubur asin saja.
Waw cepat-cepat kekamar ku ambil mangkok dan seakan-akan menjadi tim juri yang sewena-wena mencicipi dan menilai karya masakan lelaki pujaannya dibalik pagar bambu. Entah apa dibenak para kompetitor masakan aneka rasa bubur, ada rasa malu dan hina tapi apalah daya demi rakyatku yang ada pada anggota tubuhku ini akan ku tempuh apapun itu asalkan halalun tayyibun.
 Setelah syabi'tu bergegas ke hammam. Ternyata di hamman juga ada persaingan ketat.
~ To be countinue ~