Sabtu, 02 Maret 2013

KAMI AKAR PEJUANG




kelapa itu.... yaah kelapa disela-sela jalan perjuangan darul ishlah. telah tumbuh menghijau besar dan indah. dimata kita itulah yang tampak. tapi tahukah kita....?? bahwasanya yang berjasa pada pohon kelapa itu ialah akarnya...! siang malam berganti, ia tetap terjun dan larut dalam genangan air darul ishlah dan tandus tanahnya. hanya demi memberikan yang terbaik bagi pohon, daun, dan buah kelapa, meski ia tak tampak di pelupuk mata kita.

Seperti itulah sang penanam pohon kelapa, tak tampak tapi karyanya memberikan arti dan tujuan tersendiri. apakah kita ingat siapa yang menanam..? kayaknya banyak yang lupa atau memang tidak pernah terbersit dalam hati kita, kalau ada seseorang yang menanam nya. tapi itulah akar, yang sifatnya berkorban tampa pamrih dari kita semua, yang ada hanyalah demi kalimat laa ilaaha illallah.
Yaa.. ! hanya kalimat itu yang jadi motivasi mereka, meski nama mereka tak tertuliskan dalam lembaran-lembaran kertas. namun tekad perjuangannya terukir dalam hati kita semua.
                masih ingatkah kita kemenangan Shalahuddin Al-ayyubi, keperkasaan Alexander the great (dzul qarnain), keberanian khalid bin walid, kekuatan Kahar Muzakkar dalam menentang kezaliman dan ketidak adilan......?????

                Siapakah yang menang, perkasa, berani, dan kuat dalam suka duka perjuangan...?? apakah para pemimpin itu sendiri yang memenangkan pergulatan perjuangan itu..!? tidak.. sekali lagi tidak..!! tapi ketahuilah,,! bahwasanya dialah generasi para pemimpin itu. pemimpin besar takkan besar tampa akar yang kuat, tegar dan tabah dalam perjuangan.

                Dan memang seperti itulah serdadu muslim, senantiasa kuat dan saling menguatkan seperti yang disebutkan pada akhir ayat al-fath :
كزرع أخرج شطئها فئازره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار"
Artinya : “seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang yang ingkar”

                Dan hari ini.. akan kita coba menitik jalan terjal dan tanah cadasnya perjuangan, yang telah ditanamkan kepada kita oleh para finalis-finalis kompetisi pergolakan antara kebenaran dan kebatilan.

                Betul...!! kita bukanlah seperti mereka, tapi satu hal yang harus kita ingat. bahwa sejarah akan terulang dengan aktor yang berbeda dalam sebuah kompetisi. bukankah imam Abu Hanifah berkata “hum rijaal wa nahnu rijaal”.

                Kepedihan yang kita rasakan dalam melewati bebatuan perjuangan, memanglah tidak mudah tuk mendapatkan buah kemenangan. tapi ingatlah...! akan ada air di sela-sela bebatuan perjuangan dan pengorbanan kita, yang menemani hingga finis pada titik terakhir nafas kita. dan akan berlanjut lagi setelah kita.

                Kini.. akar akar itu tumbuh dalam benak kita, dalam azam kita, dan kita catat pada cita-cita kita bersama, bahwasanya kita kita adalah akar yang selalu ada dalam barisan depan. Air mata, dana, dan darah jadi taruhan kebenaran, demi tegaknya syariat dalam diri, keluarga, dan masyarakat kita semua. Sehingga nantinya kita bisa bersua dan bergembira bersama di tepi-tepi telaga rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan para tamu Allah subhanahu wa ta’ala yang di muliakan. amiin ya rabb
                Hifdzan_idan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar