merencanakan sebuah kebaikan tidaklah mudah apalagi melaksanakannya. Dan memang tidak ada jalan
mudah buat kafilah-kafilah muslim sepanjang sejarah. Mesti dan harus ada
kekurangan, ujian, halangan,
tapi begitulah allah swt membuat karya muslim menjadi bermutu.
Mari kita sejenak melirik safari
dakwah formalis yang diakhiri dengan berenang-renang santai dipantai pasir
putih ponnori. Suka ria pemateri peserta dan simpatisan membuat suasana tidak
tergambarkan betapa indah akhir sebuah rencana kebaikan.
Eitss....tunggu dulu, jangan bilang kalau kegiatan safarinya
mengasikkan dan ingin ikut serta pula, banyak cerita dan momen penting yang
mewarnai perjuangan teman-teman kita, terlebih
bagi ketua panitia Al-Ustad Faisal Hikmah
mulai dari awal sampai akhirnya sakit demam, akibat mengangkat buku hadiah
kira-kira 1 ton beratnya.
awalnya kita ragu dengan rencana
safari tuk tahun ini. karena melihat
kondisi waktu, dan dana yang serba
menjepit hingga sesak nafas. belum lagi ujian akhir udah dekat. Tapi dengan
hasil mufakat musyawarah kita tetap harus merencanakan kebaikan agar tetap
memberikan kontribusi sekecil apapun itu tuk ummat.
Dengan bismillah... kita mulai star rapat dan rapat, proposal dan proposal, saran dan kritikan, tahap demi tahap menyusun mukaddimah safari
formalis yang ke-X 2013.
Tarbawi, Hidayatullah,
Sabili, serta buku-buku anti syiah turut
serta berkontribusi apapun itu bentuknya.
Ujian sudah menghantui sedang
proposal belum juga terdengar kabarnya. perjuangan
butuh pengorbanan itulah konsekuensinya sebagai penggerak yang menggerakkan.
Tak ada istirahat. pokoknya sudah
ujian langsung star lagi. tapi ucapan
balik proposal masih nihil, sempat
menggoyahkan keyakinan. karna sudah libur belum ada apa-apa kasian. apalagi pas libur. semuanya tambah meragukan.
Tapi sebagai ketua panitia yang
bertanggung jawab, Faisal sang kapten olahraga kita, menyuruh agar tidak usah
ragu lagi. Sekretaris sekaligus
bandahara safari tidak henti-hentinya menagih para pelontar proposal. tapi subhanallah sungguh pertolongan allah
itu garib. tidak berapa lama segelontaran
dana segar berkerumun di Atm bendahara. Jantung berhenti berdebar karena yang
dinanti telah tiba. Alhamdulillah...
Taggal 15-20 IBSIstiqamah Boarding Scool
Faisal hikmah, Hifdzan, Yusran, fauzi Rahman, Asyrafurrijal, Khaerullah,
Syafri, Muzakkir, Rizky Abdullah, Ansar Tomba,
dan Al-Ustadz kita Ardiwisastra memulai star dengan semangat, enam hari berlalu
penuh kenangan, dan harus berpisah dalam dekapan ukhuwah.
Coto makassar terasa menghantui
keinginan. Begitu acara usai, h serbuuuuu......
Daeng cotonya heran, seakan koment dangan saya “tena battang kekke inne he”
heheheh.... hahahau.. yang penting puas.
Tanggal
20-29 Syiar Islam
Ardwisastra, Anshar Tomba, Hifdzan, Faisal
Hikmah, Asyrafurrijal, Khaerullah, Yusran, Imamuddin, Mukhlis, Risfandi, kembali
menuju formasi. Sesibuk apapun masih sempat kebukit gojeng. banyak cerita,
banyak air mata, banyak kenangan. Nah kenangan itu pun diliput.
Serunya ramai-ramai ke Air terjun , kepinggir
pantai ditemani kelapa muda. Soal jamuan, tiap hari ganti menu dan diakhiri dengan
lezatnya aroma ikan bakar dan nikmatnya minas dimalam terakhir ukhuwah.
Tanggal
26-27 Nurul Jibal
Ardwisastra dan Anshar Tomba dua
peluncur yang dikirim sebagai empunya disana. tak ada waktu tanpa ilmu dan
persahabatan ukhuwah, hingga huruf-huruf syaik Sastra berubah dari wae menjadi
hae. pertemuan dan perpisahan yang mengharukan. meski tak terdokumentasikan yang
jelas tersave di hati.
Tanggal
26-28 Darul Aman
Saya dan Yusran partner tak
terpisahkan. 2 hari full kegiatan menghadapi ratusan santri. butuh tenaga yang
harus cukup, dan yang pastinya butuh hadiah yang lebih banyak. Tapi begitulah
kebaikan selalu bisa dilalui dengan hasil yang bisa dibanggakan. Semangat dan ukhuwah
fillah yang membuat kita kuat dan saling berbagi. Kemenangan ukhuwah akan tiba.
Tanggal
1-7 Pondok-Pondok Sawerigading
Faisal Hikmah, Yusran, Anshar Tomba,
Asyrafurrijal, Hamka, Pipo noer, saya juga pstinya. Serta Mukammilah yang sedia
mengkordinir santriwati pondok Sawerigading,
pada sisi akhir ini semangat sudah pudar, tapi karna ada the power, kita tambah
semangat lagi. Disini kita mengajak santri
putra-putri dari berbagai pondok di Bumi Sawerigading. Adalah pertama kalinya
formalis menjejakkan kaki di tanah Luwu.
karna itu pemerintah mendukung penuh kegiatan.
Bicara tentang palopo, cuman
kapurung alias bugalu yang membuat air liur berjatuhan. Usai penutupan acara
sekaligus akhir dari safari formalis ke-10. kita ramai-ramai kepantai ponnori..
Terima kasih buat semuanya
HIFDZAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar