Rabu, 14 Mei 2014

SAFARI DAKWAH 2013 FORMALIS

merencanakan sebuah kebaikan tidaklah mudah apalagi melaksanakannya. Dan memang tidak ada jalan mudah buat kafilah-kafilah muslim sepanjang sejarah. Mesti dan harus ada kekurangan,  ujian,  halangan,  tapi begitulah allah swt membuat karya muslim menjadi bermutu.
Mari kita sejenak melirik safari dakwah formalis yang diakhiri dengan berenang-renang santai dipantai pasir putih ponnori. Suka ria pemateri peserta dan simpatisan membuat suasana tidak tergambarkan betapa indah akhir sebuah rencana kebaikan.
            Eitss....tunggu dulu,  jangan bilang kalau kegiatan safarinya mengasikkan dan ingin ikut serta pula, banyak cerita dan momen penting yang mewarnai perjuangan teman-teman kita,  terlebih bagi ketua panitia  Al-Ustad Faisal Hikmah mulai dari awal sampai akhirnya sakit demam, akibat mengangkat buku hadiah kira-kira 1 ton beratnya.
awalnya kita ragu dengan rencana safari tuk tahun ini.  karena melihat kondisi waktu,  dan dana yang serba menjepit hingga sesak nafas. belum lagi ujian akhir udah dekat. Tapi dengan hasil mufakat musyawarah kita tetap harus merencanakan kebaikan agar tetap memberikan kontribusi sekecil apapun itu tuk ummat.
            Dengan bismillah...  kita mulai star rapat dan rapat,  proposal dan proposal,  saran dan kritikan,  tahap demi tahap menyusun mukaddimah safari formalis yang ke-X 2013.
Tarbawi,  Hidayatullah,  Sabili, serta buku-buku anti syiah turut  serta berkontribusi apapun itu bentuknya.
Ujian sudah menghantui sedang proposal belum juga terdengar kabarnya.  perjuangan butuh pengorbanan itulah konsekuensinya sebagai penggerak yang menggerakkan.
            Tak ada istirahat. pokoknya sudah ujian langsung star lagi.  tapi ucapan balik proposal masih nihil,  sempat menggoyahkan keyakinan. karna sudah libur belum ada apa-apa kasian.  apalagi pas libur. semuanya tambah meragukan.
Tapi sebagai ketua panitia yang bertanggung jawab, Faisal sang kapten olahraga kita, menyuruh agar tidak usah ragu lagi.  Sekretaris sekaligus bandahara safari tidak henti-hentinya menagih para pelontar proposal.  tapi subhanallah sungguh pertolongan allah itu garib.  tidak berapa lama segelontaran dana segar berkerumun di Atm bendahara. Jantung berhenti berdebar karena yang dinanti telah tiba.  Alhamdulillah...

   Taggal 15-20 IBSIstiqamah Boarding Scool 
 Faisal hikmah,  Hifdzan, Yusran, fauzi Rahman,  Asyrafurrijal,  Khaerullah,  Syafri,  Muzakkir,  Rizky Abdullah,  Ansar Tomba,  dan Al-Ustadz kita Ardiwisastra memulai star dengan semangat, enam hari berlalu penuh kenangan, dan harus berpisah dalam dekapan ukhuwah.
Coto makassar terasa menghantui keinginan. Begitu acara usai, h serbuuuuu......  Daeng cotonya heran, seakan koment dangan saya “tena battang kekke inne he” heheheh.... hahahau..  yang penting puas.

  Tanggal 20-29 Syiar Islam
Ardwisastra, Anshar Tomba, Hifdzan, Faisal Hikmah, Asyrafurrijal, Khaerullah, Yusran, Imamuddin, Mukhlis, Risfandi, kembali menuju formasi. Sesibuk apapun masih sempat kebukit gojeng. banyak cerita, banyak air mata, banyak kenangan. Nah kenangan itu pun diliput.
            Serunya ramai-ramai ke Air terjun , kepinggir pantai ditemani kelapa muda. Soal jamuan, tiap hari ganti menu dan diakhiri dengan lezatnya aroma ikan bakar dan nikmatnya minas dimalam terakhir ukhuwah.
  
Tanggal 26-27 Nurul Jibal
Ardwisastra dan Anshar Tomba dua peluncur yang dikirim sebagai empunya disana. tak ada waktu tanpa ilmu dan persahabatan ukhuwah, hingga huruf-huruf syaik Sastra berubah dari wae menjadi hae. pertemuan dan perpisahan yang mengharukan. meski tak terdokumentasikan yang jelas tersave di hati.
  
  Tanggal 26-28 Darul Aman
Saya dan Yusran partner tak terpisahkan. 2 hari full kegiatan menghadapi ratusan santri. butuh tenaga yang harus cukup, dan yang pastinya butuh hadiah yang lebih banyak. Tapi begitulah kebaikan selalu bisa dilalui dengan hasil yang bisa dibanggakan. Semangat dan ukhuwah fillah yang membuat kita kuat dan saling berbagi. Kemenangan ukhuwah akan tiba.


  Tanggal 1-7 Pondok-Pondok Sawerigading
Faisal Hikmah, Yusran, Anshar Tomba, Asyrafurrijal, Hamka, Pipo noer, saya juga pstinya. Serta Mukammilah yang sedia mengkordinir santriwati pondok Sawerigading,  pada sisi akhir ini semangat sudah pudar,  tapi karna ada the power, kita tambah semangat lagi.  Disini kita mengajak santri putra-putri dari berbagai pondok di Bumi Sawerigading. Adalah pertama kalinya formalis menjejakkan kaki di tanah Luwu.  karna itu pemerintah mendukung penuh kegiatan.
Bicara tentang palopo, cuman kapurung alias bugalu yang membuat air liur berjatuhan. Usai penutupan acara sekaligus akhir dari safari formalis ke-10. kita ramai-ramai kepantai ponnori..

                                                                                  Terima kasih buat semuanya
                                                                                         HIFDZAN 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar