Rabu, 29 Oktober 2014

JUARA KEADAAN

duduk dikelas lima sd artinya saya akan menggantikan kakak kelas enam sd.karena itu dikelas ini, saya harus betul-betul mengeluarkan potensi seorang baco sulawesi. mulai dari penampilan, kerajinan, dan mengurangi kejailan-kejailan ala baco sulawesi. itu semua demi meraih nilai mumtaz pas naik kelas enam sd tahun depanya.

  hari-hari beralalu. target sudah mulai kelihatan. penampilan misalnya, banyak teman-teman sd yang mendekat. itu artinya saya sudah punya penampilan yang menarik. masalah kerajinan jangan ditanya lagi. tiap jam 6:30 sudah ada di meja bagian tengah sambil mengerjakan tugas dan membaca pelajaran yang akan dipelajari. masalah kejailan itu sudah berlalu dan kulunasi dengan berbagai macam ketaatan pada guru. seiring dengan itu semua saya sudah punya teman dan pengikut yang banyak.

  wow fantastis semester pertama saya bisa berada di urutan kedua. itu artinya ada banyak yang saya geser atau lampaui cara belajarnya dirumah dan dikelas. bagaimana tidak, dikelas kelas sebelumnya oaling tinggi saya hanya bisa merasakan urutan IV itupun berdua. selainnya kadang tidak dapat urutan dengan berbagai penilaian. nilai tinggi dikertasjawaban bukan penentu, tapi kebersihan, kerapian, kesopanan, pendekatan dan lain-lain menjadi otoritas atau hak veto bagi guru untuk menetukan juara versi dirinya.

   melihat rapor yang yang hanya selisih sedikit dengan sang juara bertahan dikelas membuat saya tersenyum manis. pokoknya semester depan sang juara kelas adalah saya titik.. ketusku dalam benak sambil menutup rapor dengan pelan-pelan yang dibagikan dikelas.

   menjelang akhir kelas lima sd. teman-teman saya sudah banyak yang mengakui kerjinan saya. buktinya kalau pagi sangat banyak yang ngantri dimeja tempat saya belajar dibanding sang juara kelas. mulai dari bertanya, minta penjelasan, maksud-maksud dan sampai pada jawaban soal pekerjaan rumah. antrian itu pastinya cewek-cewek dulu donk yang saya layani daripada cowoknya. hihihi

   tibalah ujian akhir. kami sudah degdegan dikelas. yang tidak beajar keluarkan jurus jitu nyontek. ada di kaos kaki yang baunya menyengat, ada di kulit tangan dan kaki, tapi yang paling ampuh di permukaan kertas kosong.  bagi yang belajar sebelum ujian kebanyakan santai menghadapi uas. tapi bagi saya untuk sekarang tidak ada kata santai. meski sudah belajar saya tetap buka pelajaran sebelum uas dimulai. walhasil banyak juga soal-soal yang keluar sama dengan kisi-kisi yang kubaca sebelum kertas ujian dibagikan.

   setelah drama ujian akhir berakhir. kami semua gembira karena sekarng freedom dari tekanan ujian. masa-masa tenang menunggu penilaian guru, kami habiskan bermain. banyak juga teman yang tidak datang kesekolah dengam alasan tidak belajarji. kalau saya sih harus datang kesekolah karena banyak gembiranya, banyak mainya, end banyak cewek yang ngefans sama saya. hihihi

   sebelu pengumuman diumumkan. tina-tiba ada panggilan khusus buat saya. kayaknya ada sesuatu yang tidak beres niih. benak saya bingung diam seribu bahasa. saya keluar dari kelas dan ikut dengan guru pemanggil itu. seolah saya sedang diseret kepengadilan buat diadili. saat itu saya bertanya-tanya, ada apa? kenapa dengan saya? apa salah saya? apa yang saya lakukan?.

   dalan kantor di introgasi. kenapa nilai kamu tiba-tiba bagus sekali bahkan mengalahkan rangkin satunya.? tidak tau pak. apakah kamu menyontek.,..? tidak pak. terus kenapa bisa begini? padahal kamu tidak terlalu pintar? tidak tau pak. kata-katanya membuat hati ini bergejolak seolah ingin memuntahkan amarahnya. tapi saya sudah janji saya harus perbaiki diri apapun itu sebabny.

  tanya wali kelas sekaligus menetapkan pada saya. kamu sebaiknya rangking dua saja naah..? biar tidak curiga orang. saya jawab dengan hati yang lapang. iye ta kurangimi nilaiku. tidak apa-apa ji itu. jawaban saya adalah jawaban seorang juara keadaan tampa embel-mebel titel. biarlah yang kuasa membuktikan kakau sayalah yang lebih berhak untuk itu.

*next bukti hak juara keadaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar