seperti biasanya, setelah selesai maggolo lemo. santri harus cepat-cepat mandi di sumur kecil, dengan cicin sumur yang mulai lapuk, semenya sudah berjatuhan. bukan karena usianya, tapi membernya yang sangat banyak lagi rajin, dilengkapi dengan kloset yang mandet lagi bau memberi ciri khas tersendiri.
tiba disumur dengan antrian panjang lagi lama, membuat mulut ini mau muntah dengan banyaknya bau yang bercampur. dengan timba tunggal untuk umum, sudah dipastikan bakalan ada yang telat sholat maghrib. padahal ada sebagian santri yang punya timba, tapi untuk pribadi. tidak punya timba...? ngoci ko..!!
setelah lama antrian, tibalah giliran untuk hilangkan debu-debu lapangan yang nongol di badan pas aggolo lemo. selain debu ada juga bekas-bekas kerikil di lutut, ada juga warna-warni yang timbul di betis rasanya ngilu-ngilu. kayaknya itu bekas tabrakan sama ustadz. berarti ustadznya juga merasakannya .. hihi afwan ustadz.
badan sudah beraih. sisa gosok gigi. pas ambil pasta di kernjang dan pencet mencet belum juga keluar. terpaksa saya gulung dari ujung pasta sampai ke moncong pasta. cuman mengeluarkan setetes kayak air mata sedih. kasian de loe...!!
meliahat pasta setetes diatas sikat gigi. mau tidak mau mesti minta sama teman, tapi caranya bagaimana...? saya malu untuk minta nanti dikira tukang minta, karena banyaknya peminta-minta di sumur dan saya tidak mau masuk kategori itu hehe.. terpaksa lagi dengan hati yang pilu saya tetap sikat gigi ini. biar pas hafal quran enak rasanya. meski dengan pasta yang dikit. yang penting adalah.
setelah mandi dengan perasaan pilu dan ngilu. saya pake sarung berlilit ikat pinggang, baju putih, peci dan quran. lengkap sudah untuk menghadap Allah swt, sebelum berangkat sempat kocek-kocek dompet sakti. buka sana buka sini tidak ada lembaran-lembaran buat beli pasta. yang ada cuman potongan kertas berisi goresan tinta bapa dan mama dari kampung. baca dulu ah.. eeh hati ini luluh.
dalam surat ada nasehat-nasehat yang membekas diantaranya " rajin ibadah dan berdoa supaya dapat pahala dan rezeki dari Allah swt ". nasihat ini mengingatkanku dengan sebuah hadits maknanya "kalau mau minta..? mintalah kepala Allah swt". dengan ini saya yakin kalau setelah berdoa sehabis sholat, insyallah besok bisa dapat pasta gigi.
besoknya habis sholat subuh saya duduk di masjid sampai mentari terbit. daripada ngorok lagi di gubuk gamacca yang reok dengan alas belahan bambu, bikin badan kayak remuk kalau bangun tidur pagi.mending menikmati sinar hangat yang bervitamin c.
duduk sambil berfikir sejenak, mengingat pelajaran yang sudah dipelajari meski hanya sedikit. yamg terlintas dipikaran kalau ternyata rezki itu harus ada usaha, bukan duduk-duduk di masjid. eh teringat sahabat nabi khalifah kedua umar bin khattab ra yang mengusir kumpulan ahlj ibadah di masjid agar keluar mencari usaha cari rezki.
secepatnya saya jalan-jalan cari teman. susah juga cari teman di pagi-pagi hari karena masih banyak yang mengejar mimpi-mimpinya dengan wasilah mendengkur. beberapa menit kemudian saya sudah dapat teman diteruzkan dengan obrolan dengan tema-tema yang bermacam-macam.
tampa terasa tiba-tiba ada yang minta tolong. bapak "de' dimana rumahnya anu..? kami jawab seadanya dengan apa yang kami tahu. ditanya lagi " kamu santri disini ya..?" jawab kami serentak "iya pak..!". beliau melihat sekeliling pondok terus bilang "ini buat belanja kamu berdua". perasaan ini mau ambil tapi saya malu-malu "terimakasih pak,, maaf janganmi pak" bapak itu bilang "terimalah pemberianku de..!!" teringat dengan masalah rukhsah pemberian Allah swt. saya ambil pemberian beliau dan mengucapkan "terima kasih banyak pak...!!"
setelah beliau pergi, saya doakan bapak itu biar rezkinya lancar, baliau seperti malaikat di mentari pagi. ankhirnya kami bagi dua rezki dipagi hari itu. adapun bagian saya, saya belikan pasta gigi.
maha besar kuasa Allah swt yang memberikan hambanya rezki dan keyakinan. sobat percalah Allah itu dekat dengan kita. tinggal kitalah yang yakin dan berdoa diteruskan dengan usaha.
wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar